Archive Page 2
Jatuh karena osteoporosis
Jatuh adalah kehilangan keseimbangan yang tidak disengaja yang meyebabkan seseorang tanpa diduga bersentuhan / kontak dengan lantai. Osteoporosis bukan merupakan faktor risiko seseorang menjadi jatuh, tetapi konsekuensi jatuh pada seseorang yang menderita osteoporosis adalah sangat serius.
Siapapun dengan osteoporosis berarti dalam risiko patah tulang akibat jatuh. Osteoporosis sering tidak ada gejala. Kita tidak sadar densitas tulang kita menurun. Oleh karena itu jatuh sangat berbahaya pada orang yang tidak tahu dirinya mempunyai tulang yang tidak solid.
Continue reading ‘Jatuh karena osteoporosis’
Filed under: Kesehatan | Leave a Comment
Tags: Jatuh dan osteoporosis, Jatuh karena osteoporosis
olah raga yang dianjurkan untuk pencegahan osteoporosis, yaitu weight bearing exercise dan resistance exercise. Weight bearing exercise adalah olah raga dimana tulang dan otot bekerja melawan gravitasi, jadi ada unsur pembebanan pada tubuh serta penekanan pada sendi dan tulang. Contoh weight bearing exercise adalah berjalan, jogging, tennis, lompat tali, volley, basket, berdansa. Berenang dan naik sepeda bukan merupakan weight bearing exercise, walaupun olahraga ini baik untuk kebugaran jantung dan paru.
Resistance exercise adalah olahraga yang menggunakan kekuatan otot untuk memperbaiki massa otot dan memperkuat tulang. Resistance exercise bisa dilakukan dengan menggunakan beban di sarana kebugaran, atau contoh yang paling sederhana adalah naik turun satu atau dua anak tangga berulang-ulang. Tai chi juga bisa merupakan bagian dari resistance exercise.
• Stop merokok
• Kurangi kafein & alcohol
Merokok, kafein dan alkohol yang berlebihan akan mengurangi penyerapan kalsium.
• Cek kesehatan tulang anda dan obati jika diperlukan
Pencegahan sekunder
Dalam kondisi ini pasien sudah terdiagnosis osteoporosis sehingga upaya pencegahan lebih ditujukan menghindari patah tulang. Pencegahannya sama seperti pencegahan primer.
Sementara latihan fisik yang dianjurkan pada pencegahan sekunder ini lebih bersifat spesifik dan individual. Latihan harus difokuskan pada aktivitas yang membuka dada (extension exercise)”. Tidak melakukan gerakan sit up karena itu akan memperburuk kondisi osteoporosis.
Untuk mencegah patah tulang akibat osteoporosis, maka jangan lupakan pencegahan jatuh. (baca; Aktif mandiri di usia emas). Pemberian hip pad (bantalan pada panggul), dapat membantu mencegah terjadinya patah tulang panggul pada penderita osteoporosis jika terjatuh.
Pencegahan tertier
Pencegahan tertier lebih ditujukan pada pasien osteoporosis yang telah mengalami patah tulang. Dalam kondisi ini diusahakan agar pasien tidak imobilisasi terlalu lama. Sejak awal direncanakan mobilisasi, mulai dari pasif hingga aktif dan berfungsi mandiri agar kualitas hidup tetap terjaga. Sementara obat yang diberikan adalah biphosponate, calcitonin, NSAID bila terasa nyeri.
Program rehabilitasi medis pada pencegahan primer bertujuan untuk
– Mengurangi nyeri
– Meningkatkan mobilitas
– Meningkatkan kemandirian
– Meningkatkan kualitas hidup
Kapan melakukan pemeriksaan densitas tulang (Bone Mineral Density)?
• Mempunyai faktor risiko osteoporosis
• Mempunyai riwayat keluarga osteoporosis
• Riwayat patah tulang setelah usia 45 tahun.
• Menggunakan steroid jangka panjang.
• Postmenopausal, dan tidak dalam estrogen
Filed under: Tips | Leave a Comment
Tags: Olahraga untuk osteoporosis, osteoporosis, pencegahan osteoporosis
Olahraga bikin pintar…?
Dalam suatu penelitian dari 20 orang usia 18-24 tahun yang diprogramkan olah raga,
kemudian dilakukan rekaman gelombang otak dengan alat EEG,dan kemudian mereka harus menyelesaikan suatu uji computer yang lebih sulit dari pada mereka yang tidak berolahraga.
Hasil EEG menunjukkan ada peningkatan kecepatan gelombang otak untuk pengambilan keputusan pada kelompok yang berolahraga.
Tampak bahwa pada kelompok yang berolahraga kecepatan gelombang otak 35 millisecond lebih cepat daripada yang tidak berolahraga. Selain itu pada kelompok yang berolahraga, jawaban terhadap testnya lebih akurat dan tepat dibandingkan dengan kelompok yang tidak berolahraga.
Jadi dengan berolahraga, aktivitas kerja otak akan lebih baik sehingga kita akan lebih pintar.
Selain itu, olah raga, baik dalam kelompok atau sendiri, merupakan cara yang terbaik untuk bisa gembira.
Jika kita merasa beban kerja di kantor terlalu berat, tekanan dari atasan, keluarga atau teman terlalu banyak, atau kita merasa sedih maka dengan berolah raga dapat sangat membantu kita merasa lebih bergembira. Hal ini terjadi karena dengan berolahraga, tubuh kita akan mengeluarkan endorphin, yaitu suatu zat kimia yang diproduksi oleh otak yang membuat kita merasa senang, gembira.
Selain itu,saat kita menarik napas dalam saat berolahraga dan membawa lebih banyak udara keparu-paru, maka otak akan mendapatkan ekstra oksigen yang tentu saja sangat baik untuk kelangsungan hidup jaringan otak. Dan saat kita beraktifitas maka tentu saja sulit bagi kita untuk memikirkan hal-hal yang berat yang sangat mengganggu dan membosankan kehidupan kita.
Filed under: Kesehatan | Leave a Comment
Tags: bikin pintar, Olahraga bikin pintar


