Pengertian Publik

02Des08

1. Pengertian Publik .

Sebelum saya menguraikan tentang defenisi public, saya ingin menjelaskan sedikit bahwa berbicara tentang public maka setidaknya kita akan diperhadapkan dengan istilah ruang dan waktu karena di sana ada aktivitas manusia. Yang jadi persoalan adalah manusia sesuai kodratnya diciptakan Tuhan dengan konsep hidup yang tidak bias sendiri, oleh karenanya terciptalah hubungan antar manusia (sosiologis). Selanjutnya dalam rangak pencapaian hasrat atau pemenuhan kehidupan maka manusia yang secara lahiriah berbeda, sudah tentu memiliki kebutuhan berbeda, sehingga terkadang terjadi saling tumpang tindih dalam pemenuhan kebutuhan antar manusia (diakibatkan ego manusia). Untuk itu dalam ruang kehidupan manusia (masyarakat) diperlukan adanya penatan ruang public. Artinya apa yang ada di luar kepribadian kita adalah urusan publik.

Menjawab pertanyaan tentang defenisi PUBLIK, dikaitkan dengan prolog kehidupan manusia, maka Publik dapat didefenisikan sebagai sekelompok individu atau manusia dalam jumlah besar.


Selanjutnya Publik menurut ( Herbert Blumer) juga diartikan sebagai sekelompok orang yang (1) dihadapkan pada suatu permasalahan, (2) berbagai pendapat mengenai cara pemecahan persoalan tersebut, (3) terlibat dalam diskusi mengenai persoaln itu.

Ditambahkan lagi oleh (Emery Bogardus) bahwa Publik adalah sejumlah orang yang bersatu dalam satu ikatan dan mempunyai pendirian sama terhadap suatu permasalahn sosial.

Kesimpulan: Publik adalah sekelompok orang yang masing-masing punya kepentingan secara sosiologis.

2. Dalam manajemen publik secara korporatis dilakukan pembatasan pluralitas menjadi pembagain kelas secara vertikal secara horizontal lintas sektoral dan geografis/local, bagaimana caranya meminimalkan konflik terbuka menjadi kompetisi dan koorperatif ?

Manusia atau individu pada dasarnya hidup secara berkelompok, itulah sebabnya dalam tatanan kehidupan sosialnya, manusia selalu mengidentikkan hidupnya dengan organisasinya. Jika dikaitkan dengan faktor sosiologis dan letak geografis maka manusia atau individu juga akan masuk pada pengelompokkan hidup, seperti kalau individu yang tinggal di daerah pengunungan tentu sudah jelas beda kebutuhannya bahkan pola hidupnya dengan individu atau kelompok mansyarakat di daerah pesisir atau juga sebaliknya. Demikian juga dalam kehidupan manusia di daerah perkotaan juga sangat beda pola nya dengan masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan. Kondisi dan situasi kehidupan manusia yang beda dalam kewilayahan dan sektor kehidupan selanjutnya menimbulkan kelas-kelas sosial dan strata dalam kepentingan publik, ada yang kuat dan ada lemah, ada yang miskin dan ada yang kaya dan sebagainya pandangan negatif. Masalah ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena dapat menimbulkan konflik oleh karena itu perlu ada manajemen publik agar kepentingan publik dapat dikelola dengan. Baik.

Yang menjadi pertanyaan; bagaimana caranya meinimalkan konflik terbuka menjadi kompetisi dan kooperatif ? Jika pertanyaannya adalah cara meminimalkan, maka caranya adalah dengan langkah-langkah preventif dan edukatif. Preventif yaitu dengan menciptakan tatanan kehidupan atau ruang publik yang serasi, seimbang dan harmonis anatar individu di masyarakat X dan Y dan lainnya. Sedangkan dalam kerangka edukatif, yaitu dengan memberikan kesempatan memeproleh pendidikan dan infromasi yang baik sehingga masyarakat semakin memahami hakekat dan makna kepentingan publik lebih perioritas dibanding kebutuhan individu atau kelompoknya. Dengan demikain pluralitas bukan menjadi hambatan dalam rangka kerjasama publik. Intinya, semakin cerdas masyarakat membaca kondsi dan situasi publik, maka akan semakin kecil konflik kepentingan dan secara gradual hal ini akan mebawa perbaikan kehidupan publik. Demikian juga masyarakat atau publik memahami bahwa hidup harus saling ketergantungan. Pluralitas bukan menjadi hambatan dalam pengelolaan kepentingan publik, jika masyarakatnya semakin cerdas, sehingga dalam era kompetitif pluraliats tidak menjadi masalah karena publik sudah cerdas memperhatikan mana yang baik dan salah dalam berkomunikasi. Selanjutnya kooepratif akan tercipta secara otomatis jiak komunikasi publik berjalan dengan baik juga. Inilah cara sederhana untuk menjelaskan perlunya manajemen publik secara koorpratif untuk menjawab adanay pluraliats dan kelas dalam manajemen publik

3. Bagaimana menurut pendapat anda manajemen publik pada dasarnya adalah manajemen konflik? Jelaskan panjang lebar pendapat anda.

Sebagaimana sudah saya coba jelaskan pada prolog tentang pengertian publik, bahwa manusia pada dasarnya tidak terlepas dari manusia lainnya, sehingga terciptalah komunikasi antar manusia dalam rangka pemenuhan kehidupan .Untuk menjaga keseimbangan pemenuhan hidup antar manusia tersebut maka diperlukan adanya pengelolaan danpengaturan sehingga tercipta keserasian hubungan sosiologis. Sebab pada dasarnya manusia akan selalu ingin merasa lebih dengan manusia lainnya, sedangkan ruang dan waktu antar manusia dalam dimensi kehidupannya terkadang berbeda, inilah yang membuat benturan-benturan atau istilah konflik dalam publik. Misal publik (kelompok X) cenderung memaksakan kepentingan kepada kelompok Y, maka jika tidak dibuat aturan dan peraturan akan cenderung terjadi konflik.

Seiring dengan perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa, maka manusia dalam kelompok atau organisasi yang dikelolanya memerlukan penataan secara manajemen. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keserasian hubungan publik secara organisatoris. Oleh sebab itu diperlukan adanya manajemen publik. Secara filosofis bahwa manajemen publik dapat dikategorikan juga dalam pemahaman manajemen konflik. Alasannya karena yang menjadi objek kedua manajemen tersebut adalah manusia dalam kehidupan kelompok (yang dalam hal ini kita sebut ”PUBLIK”). Kita ketahui bahwa keragaman atau pluralitas manusia pada dasarnya cenderung menimbulkan konflik dan jika tidak dikelola dengan baik dan secara terencana akan membawa efek negatif dalam kepentingan umum (publik). Hal-hal seperti inilah yang terkadang dianggap sepele oleh sebagian masyarakat awam. Seolah-olah manajamen konflik hanya diarahkan pada penanganan konflik, padahal manajemen konflik sangat strategis untuk mempelajari berbagai kecenderung konflik dalam kepentingan publik, sehingga untuk menyusun perencanaan pelayanan publik dan sekaligus menyusun kepentingan yang diperlukan publik dalam semua sektor kehidupan, maka maajemen publik dan manajemen konflik dapat digunakan sebagai alat untuk mempelajari tentang publik itu sendiri.dan secara gradual akan digunakan dalam penyusunan masalah-masalah strategis menyangkung PUBLIK.



No Responses Yet to “Pengertian Publik”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: