Jatuh karena osteoporosis

03Des08

Jatuh adalah kehilangan keseimbangan yang tidak disengaja yang meyebabkan seseorang tanpa diduga bersentuhan / kontak dengan lantai. Osteoporosis bukan merupakan faktor risiko seseorang menjadi jatuh, tetapi konsekuensi jatuh pada seseorang yang menderita osteoporosis adalah sangat serius.

Siapapun dengan osteoporosis berarti dalam risiko patah tulang akibat jatuh. Osteoporosis sering tidak ada gejala. Kita tidak sadar densitas tulang kita menurun. Oleh karena itu jatuh sangat berbahaya pada orang yang tidak tahu dirinya mempunyai tulang yang tidak solid.

Ada 3 faktor yang menyebabkan patah tulang karena jatuh, yaitu force (gaya) dan arah/sudut jatuh serta seberapa rapuhnya tulang. Besarnya force/gaya jatuh (seberapa keras seseorang mengenai tanah), merupakan faktor yang menentukan apakah akan terjadi patah tulang atau tidak. Contohnya, semakin besar jaraknya, maka semakin besar risikonya untuk terjadi patah tulang, jadi orang yang lebih tinggi akan lebih mudah patah tulang dari pada orang yang lebih pendek jika ia terjatuh. Besarnya sudut jatuh juga memegang peranan penting. Jatuh ke arah sisi samping tubuh atau jatuh ke bawah lebih sering menyebabkan patah tulang dari pada jatuh kearah belakang.

Osteoporosis biasanya menyerang seluruh tulang, tapi patah paling sering terjadi pada tulang panggul, tulang belakang dan tulang pergelangan tangan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi penderita osteoporosis untuk mencegah jatuh.

Menurut National Institute of Health (NIH), USA:

• Patah tulang panggul: 90% berhubungan dengan osteoporosis
• Jatuh : 9 dari 10 orang tua terjatuh dengan patah tulang panggul
• Patah tulang panggul : 5-20% meninggal dalam satu tahun pertama
• Sebagian besar jatuh : terjadi di rumah sendiri

Inggris

• 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria di Inggris menderita osteoporosis.
• Setiap 3 menit, seseorang mendapat patah tulang akibat osteoporosis.

Indonesia:
• Usia harapan hidup perempuan meningkat dari usia 48,1 di tahun 1970 menjadi 70 tahun di pada 2000,
• Usia harapan hidup pada laki-laki lebih rendah yaitu dari usia 45 tahun menjadi 65 tahun.

Menurut Biro Pusat Statistik (berdasar proyeksi penduduk tahun 1990-2025):
• Di tahun 2000, jumlah penduduk usia lanjut mencapai 7,28 % atau sekitar 15,2 juta jiwa dari total jumlah penduduk Indonesia dan akan meningkat di tahun 2020 menjadi 11,34% dari total jumlah penduduk Indonesia.

Data USA Bureau of the Cencus:
• memperkirakan pertambahan warga usia lanjut Indonesia adalah terbesar di dunia yaitu 414% antara 1990- 2025.

Booming atau ledakan kelompok usia lanjut tersebut membutuhkan perhatian khusus. Terutama, peningkatan kualitas hidup mereka agar dapat mempertahankan kesehatan dan kemandiriannya sehingga tidak menjadi beban.

Menurut statistik:
• Hornbrook et al. 1994; Hausdorff et al. 2001:
1/3 penduduk USA yang berusia > 65 tahun terjatuh setiap tahun.

• CDC 2005:
Pada tahun 2003 ada 1,8 juta usia lanjut > 65 tahun, datang ke bagian gawat darurat akibat hal-hal yang berhubungan dengan jatuh, dan lebih dari 421.000 orang harus dirawat inap.

• CDC 2005:
Jatuh merupakan penyebab utama kematian karena kecelakaan pada usia > 65 tahun

• 90% patah tulang yang terjadi pada usia > 65 tahun, disebabkan terjatuh.

Jatuh meningkat sesuai pertambahan usia
• Usia 65-74 tahun : 32 %
• Usia 75-84 tahun : 35 %
• Usia = 85 tahun : 50%



No Responses Yet to “Jatuh karena osteoporosis”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: