Olah raga yang dianjurkan untuk pencegahan osteoporosis

03Des08

olah raga yang dianjurkan untuk pencegahan osteoporosis, yaitu weight bearing exercise dan resistance exercise. Weight bearing exercise adalah olah raga dimana tulang dan otot bekerja melawan gravitasi, jadi ada unsur pembebanan pada tubuh serta penekanan pada sendi dan tulang. Contoh weight bearing exercise adalah berjalan, jogging, tennis, lompat tali, volley, basket, berdansa. Berenang dan naik sepeda bukan merupakan weight bearing exercise, walaupun olahraga ini baik untuk kebugaran jantung dan paru.

Resistance exercise adalah olahraga yang menggunakan kekuatan otot untuk memperbaiki massa otot dan memperkuat tulang. Resistance exercise bisa dilakukan dengan menggunakan beban di sarana kebugaran, atau contoh yang paling sederhana adalah naik turun satu atau dua anak tangga berulang-ulang. Tai chi juga bisa merupakan bagian dari resistance exercise.

• Stop merokok
• Kurangi kafein & alcohol
Merokok, kafein dan alkohol yang berlebihan akan mengurangi penyerapan kalsium.
• Cek kesehatan tulang anda dan obati jika diperlukan

Pencegahan sekunder

Dalam kondisi ini pasien sudah terdiagnosis osteoporosis sehingga upaya pencegahan lebih ditujukan menghindari patah tulang. Pencegahannya sama seperti pencegahan primer.

Sementara latihan fisik yang dianjurkan pada pencegahan sekunder ini lebih bersifat spesifik dan individual. Latihan harus difokuskan pada aktivitas yang membuka dada (extension exercise)”. Tidak melakukan gerakan sit up karena itu akan memperburuk kondisi osteoporosis.

Untuk mencegah patah tulang akibat osteoporosis, maka jangan lupakan pencegahan jatuh. (baca; Aktif mandiri di usia emas). Pemberian hip pad (bantalan pada panggul), dapat membantu mencegah terjadinya patah tulang panggul pada penderita osteoporosis jika terjatuh.

Pencegahan tertier

Pencegahan tertier lebih ditujukan pada pasien osteoporosis yang telah mengalami patah tulang. Dalam kondisi ini diusahakan agar pasien tidak imobilisasi terlalu lama. Sejak awal direncanakan mobilisasi, mulai dari pasif hingga aktif dan berfungsi mandiri agar kualitas hidup tetap terjaga. Sementara obat yang diberikan adalah biphosponate, calcitonin, NSAID bila terasa nyeri.

Program rehabilitasi medis pada pencegahan primer bertujuan untuk
– Mengurangi nyeri
– Meningkatkan mobilitas
– Meningkatkan kemandirian
– Meningkatkan kualitas hidup

Kapan melakukan pemeriksaan densitas tulang (Bone Mineral Density)?
• Mempunyai faktor risiko osteoporosis
• Mempunyai riwayat keluarga osteoporosis
• Riwayat patah tulang setelah usia 45 tahun.
• Menggunakan steroid jangka panjang.
• Postmenopausal, dan tidak dalam estrogen



No Responses Yet to “Olah raga yang dianjurkan untuk pencegahan osteoporosis”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: