BUDAYA ORGANISASI

11Des08

Menurut A. Almond dan Sidney Verba

A. Sistem politik di Indonesia pada Abad 21:

S adalah elit politik yg berkuasa didalam sistem pemerintahan dari pusat sampai RT setempat, didukung oleh berbagai kelompok kepentingan ditingkat pusat pemerintahan.

N adalah nilai orientasi politik

Tahun 70-80an, isu dan semboyan politiknya adalah Pancasila, UUD 1945 dan Trilogi Pembangunan

Tahun 90an, isu dan semboyan politiknya adalah Persatuan dan Kesatuan , didukung oleh”kerukunan”.

Era Reformasi, isu dan semboyan politiknya “membangun sistem politik yang demokratis serta mempertahankan persatuan dan kesatuan”.

C dijawab melalui berbagai produk kebijaksanaan pembangunan dan pemerintahan yang dilakukan dengan 2 macam pendekatan;

a. Pendekatan keamanan/sekuriti, yang ditetapkan guna mendukung penegakan stabilitas politik dan bendera persatuan dan kesatuan.

b. Pendekatan kesejahteraan/Prosperiti, yang digunakan utk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penguasaan sumber-sumber alam dibawah kontrol sistem pemerintahan yang ada.

1. Dikaitkan dengan pertanyaan fenomena apa yang terjadi dalam politik Indonesia artis menjadi administrator dan Legislator dapat kami jelaskan;

Fenomena artis terjun ke panggung politik menjadi kisah yang menarik. Dimana para artis telah memiliki nama besar dan sudah populer di masyarakat. Kehadiran mereka dianggap dapat menaikan dan mendongkrak perolehan suara bagi parpol yang mencalonkannya. Memang hingga saat ini ada beberapa artis yang sudah menduduki sebagai pucuk pimpinan di daerah seperti Wagub Jawab Barat, Wakil Walikota Tanggerang dan ada pula beberapa artis yang sudah duduk di legislatif. Pada dasarnya hal tersebut wajar-wajar saja dalam era reformasi dimana isu dan semboyan politik saat ini “membangun sistem politik yang demokratis serta mempertahankan persatuan dan kesatuan”. Dengan paradigma itu maka siapapun berhak untuk terjun ke panggung politik dan tidak terbatas pada golongan apapun termasuk bagi para artis yang berkeinginan untuk berkiprah dan menyalurkan kemampuan untuk menjadi administrator dan legislator. Apa yang terjadi sekarang ini dimana partai politik sebagai wadah dan sarana yang berfungsi sebagai mesin politik dalam membangun sistem politik yang demokaratis serta dalam rangka mempertahankan persatuan dan kesatuannya melakukan berbagai terobosan untuk menarik simpati bahkan untuk mengangkat perolehan suara baik pada pilkada maupun untuk pemilu 2009. Hal ini menandakan terjadi perubahan paradigma dan mungkin para pengurus parpol pun beranggapan sebagai salah satu strategi untuk menarik simpati masyarakat.

Berkaitan dengan sistem birokrasi yang ada di negeri ini, kami ingin membandingkan dengan pendapat max weber dalam organisasi modern terdapat 3 kriteria; personal, khirarkis, dan merit system.

c. Pendekatan yang paling tepat sesuai dengan ke-Indonesia-an kita adalah pendekatan keTuhanan Yang Maha Esa. Dengan pendekatan ini, persoalan keamanan dan kesejahteraan otomatis akan teratasi dengan sendirinya. (masukan dari Mahendra)

2. Analisa kasus tersebut bagaimana pandangan mahasiswa terhadap fenomena budaya politik negeri ini terhadap perkembangan budaya organisasi Indonesia.

Terkait dengan budaya politik di Indonesia bahwa sekarang ini banyak artis yang terjun ke dunia politik ini menandakan bahwa terjadi perubahan yang cukup menarik di tubuh parpol. Pro dan kontra di masyarakat sangat beragam antara yang setuju dengan tidak setuju. Kita kembalikan kepada para elite parpol apakah para artis tersebut masuk dalam panggung politik melalui sistem pengkaderan yang ada di masing-masing parpol atau dengan cara lain. Hal ini perlu kita cermati. Kita semua mengetahui bahwa Budaya Organisasi di Indonesia adalah adanya kebersamaan dan keterbukaan dalam lingkup masyarakat yang sangat majemuk ini. Sebagian masyarakat ada yang meragukan apabila para artis tersebut turun ke panggung politik karena mereka hanya bermodalkan ketenaran nama yang disandangnya sementara kemampuan dalam berorganisasi dan pengetahuan tentang permasalahan bangsa yang dihadapi saat ini tidak tahu untuk mengatasi dan menyelesaikannya. Dari sudut lain kami beranggapan bahwa parpol telah gagal dalam melakukan pendidikan politik dan sistem rekruitmen pengkaderan. Saya menghawatirkan akan terjadi konflik internal di tubuh parpol dimana kader yang telah lama berkecipung dan mengabdikan dirinya akan tersisihkan oleh para artis yang direkrut oleh DPP parpolnya yang diposisikan pada kedudukan yang strategis. Budaya organisasi di parpol perlu dibangun sejak dini, dengan demikian akan timbul kedewasaan dan kesadaran para kader parpol akan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan demikian menjamurnya artis menjadi caleg pada pemilu 2009 menandakan kegagalan parpol dalam sistem pengkaderan.

Tujuan utama parpol ada 2; kekuasaan dan kaderisasi

Kriteria Pemimpin;

a. Populer

b. Akseptable/dapat dipercaya

c. Kapabel (kemampuan)….. masyarakat masih menunggu (hipotetis)

Budaya Birokrasi;

l Patrimonial dan personal

2. Tradisional

3. Modern/merit system

B. Bagaimana gambaran situasi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap situasi tersebut dalam kacamata (Edgar Schen) yaitu: tujuan, strategi, filsafat, kepercayaan , persepsi dan perasaan.

Dengan maraknya artis melakukan aktivitas politik maka tingkat kepercayaan masyarakat terhadap situasi tersebut



One Response to “BUDAYA ORGANISASI”

  1. Untuk Indonesia, produk kebijaksanaan pembangunan dan pemerintahan yang dilakukan tidak akan pernah berhasil apabila menggunakan 2 macam pendekatan di bawah ini;

    a. Pendekatan keamanan/sekuriti, yang ditetapkan guna mendukung penegakan stabilitas politik dan bendera persatuan dan kesatuan.

    b. Pendekatan kesejahteraan/Prosperiti, yang digunakan utk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penguasaan sumber-sumber alam dibawah kontrol sistem pemerintahan yang ada.

    Pendekatan yang paling tepat sesuai dengan ke-Indonesia-an kita adalah pendekatan keTuhanan Yang Maha Esa. Dengan pendekatan ini, persoalan keamanan dan kesejahteraan otomatis akan teratasi dengan sendirinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: